Tampilkan postingan dengan label kereta thomas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kereta thomas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Berinteraksi dengan Alam Sekitar


Kereta Thomas Nusantara siap mengajak anak-anak dan adik-adik kita menelusuri Rawamangun, Jawa Barat, Indonesia. Berinteraksi dengan alam sekitar perlu ditanamkan kepadanya sejak dini, bukan?

[KTN|z104]


Kamis, 11 Oktober 2012

Rani Jaya Satu Dua




Pak Misran, @AsliPoerworedjo asal Loano ini kini mempunyai 2 (dua) unit kereta. Nama kereta-nya adalah Rani Jaya. Kereta Thomas Nusantara kepunyaan Pak Misran ini membuktikan, bahwa untuk tetap berjaya di perantauan, usaha tetap kudu berkembang. Dan bisa saja kereta-kereta ini disebutnya sebagai Rani Jaya Satu dan Rani Jaya Dua.

[KTN|z104]

Kereta Thomas Babe Basuki



Sebuah nama, Babe Basuki, asal Kutoarjo Purworejo Jawa Tengah, juga tercatat sebagai salah satu yang peduli untuk menyongsong hari tuanya. Karena apa? Salah satunya karena beliau telah berani mengambil keputusan untuk memilih wahana ini sebagai salah satu investasi. Asyik.
Uniknya, coba perhatikan imaji di atas, seperti ada lekukan yang menyerupai huruf 'B' di kanan tempat duduk. Dalam satu gerbong seolah-olah jadi 'BB'.

[KTN|z104]


Kereta Thomas Bogowonto Pertama





Sebuah nama, yakni Bogowonto, tidak saja berhenti tersemat megah pada sebuah nama kereta api berlayanan masa kini. Bogowonto yang telah akrab sebagai nama sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya itu juga disematkan untuk menyebut sebuah wahana ini. Adalah Adi Darmadi, ketika merasa bosan menjadi seorang pegawai, kemudian melibatkan diri dalam usaha di bidang ini. Dan Bogowonto ini, sekaligus menandai sebagai usaha pertama baginya. Akrab anak-anak, akrab menghidupkan kembali dunianya yang baru.

[KTN|z104]


Selasa, 25 September 2012

KERETA THOMAS KIRANA JOGJA ASLI



Hari-hari ini tentu masih segar dalam ingatan kita bahwasanya aktivitas karnaval pembangunan dan/atau budaya sedang 'trending topic', alias mengemuka dalam perbincangan keseharian sebagian warga masyarakat perdesaan kita. Berbagai adegan yang disutradari para kreatornya dalam perhelatan menyambut sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 tahun ini, alangkah baiknya juga sekaligus mempertebal nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, mengikis asumsi-asumsi yang beredar bahwa nasionalisme kita kian terdistorsi tanpa kepedulian menciptakan solusi.

Akan halnya agenda karnaval itu sendiri, tahun demi tahun memang hampir rutin terselenggara, khususnya di kota-kota yang 'mentradisikan'-nya, seperti Yogyakarta misalnya, atau Purworejo misalnya. Tata cara pelaksanaan dari waktu ke waktu senantiasa disesuaikan, agar bermanfaat optimal dan membekas di benak, turun ke hati dan berujung tindakan nyata. Apakah itu? Sebut saja salah satunya dengan pendekatan 'paribasan': ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Proses mengedukasi, kata orang butuh waktu. Sebuah proses, waktu jualah harga matinya, kata entrepreneurs. Kendati demikian, kiat-kiat penggunaan wahana yang tepat juga perlu direncanakan sebaik-baiknya. Yang dimaksud di sini adalah penggunaan kereta thomas sebagai salah satu jenis wahana kereta wisata atau kereta berukuran mini.

Imaji di atas adalah Kereta Thomas Kirana Jogja Asli.

[*|nn]


Rabu, 05 September 2012

Naik Kereta Api Tuttuttut


Adakah jenis kereta api tuttuttut? Bisa jadi ada, bisa jadi tidak sama sekali. Bakal ada, kalau memang ada kesepakatan sedemikian sehingga penyebutan menjadi seperti itu, dan tentunya digunakan sebagai salah satu istilah dalam berkomunikasi secara nyata.
Bukan, bukan itu yang kita bahas, melainkan jenis kereta seperti jepretan di atas, sebagai wahana untuk segmen anak-anak. Seperti kita sering dengar, salah satu tembang yang cukup familiar di indera dengar kita, "Naik kereta api.. tut.. tut.. tut.. siapa hendak turut..," dan seterusnya. Anak-anak akan tertarik pada sesuatu yang menghibur, yang tanpa sadar bahwa upaya pendidikan sedang ditanamkan sungguh-sungguh padanya. Bisa tentang pengetahuan umum seperti halnya wahana transportasi yang sedang mereka alami, bisa tentang berkesenian dengan menyanyi dalam hal ini, selama naik wahana kereta ini.
Karenanya, tembang anak-anak yang memang diciptakan untuknya, moga-moga tepat sasaran, mengena dan bermakna dalam jangka lama.

[nn.-]



Sabtu, 01 September 2012

Lokomotif Penggerak Cerita Bersambung


Inilah wajah dari sudut pandang depan kanan dari Sang Pencerita. Sang Pencerita ini bukan yang bertubuh tambun, bukan yang bertongkat sakti, bukan pula yang bernyanyi dengan menunjuknunjukkan sepasang ibu jari.
Sang Pencerita tadi adalah sebuah sosok lokomotif dari kereta wisata, dengan sisi yang bisa didesain dengan isi cerita yang sambung menyambung sekian panjang jangkauan kapasitasnya. Ingin coba?

[nn.-]


Ajaklah Mereka agar Terhibur



Anak-anak, selalu merasa dan ingin mempertahankan dunia mereka sendiri. Ajaklah dengan bijak, agar mereka terhibur. Upayakan agar mereka menjadi lebih nyaman di berbagai suasana.

[nn.-]


Mendesain Pesan Berkesan Mendalam


Bidang gambar luasan panjang kali lebar yang terdapat pada sisi-sisi kereta wisata mempunyai potensi keterjangkauan tinggi terhadap audiens. Oleh karenanya, pesan-pesan yang sederhana bisa ditayangkan dengan berbagai macam strategi komunikasi.

[nn.-]


Kereta Wisata Luaskan Wawasan





Bertolak dari permintaan pelanggan dan tuntutan konsumen lainnya, kami pun mencoba untuk membuka suatu lapangan pekerjaan. Kami bergerak di bidang hiburan, berupa penyedia jasa untuk memodifikasi motor roda 2 (dua) yang didesain secara khas dan unik dengan menambah gerbong sehingga mirip dengan kereta.​​

Kereta Thomas, kereta kelinci, odong-odong ataupun kereta wisata kini makin memadati perumahan-perumahan di banyak kota. Kebutuhan untuk menikmati hiburan pada usia anak-anak dirasa kian beragam seiring dengan derasnya kemajuan teknologi informasi yang penetrasinya begitu tajam ke pelosok tanah air. Tak heran, kereta wisata pun menjadi salah satu wahana alternatif yang terjangkau di berbagai lapisan masyarakat perumahan.

Anak-anak pun diajak berputar-putar mengelilingi perumahan dan daerah sekitarnya. Anggapan selama ini bahwa anak-anak yang dibesarkan di perumahan lebih cenderung kurang gaul, teredusir dengan aktivitas semacam ini. Dengan adanya kereta wisata ini, anak-anak tidak hanya bisa bermain di sekitar rumah, melainkan juga bisa berwisata lebih jauh lagi. Wawasan anak-anak pun jadi makin luas.

[nn.-]


Jumat, 31 Agustus 2012

Kilas Kabar Kereta Kelinci

Kepopuleran kereta kelinci, ternyata tak hanya dipicu oleh kreativitas semata penciptaannya saja. Beberapa peristiwa tentang kereta kelinci/kereta thomas/kereta wisata/sepur mini/odong-odong selama ini justru menambah bobot ingat di benak makin lekat. Mari kita ikuti terus Kilas Kabar Kereta Kelinci via media-media yang meliputnya.




Razia Kereta Kelinci, Bentuk Penindasan Terhadap Industri Kreatif
Pernah berwisata dengan menunggang kereta kelinci ? Keluarga kecil yang pernah mencobanya pasti sepakat, ajang hiburan a la kampung ini oke punya, karena murah meriah.
Di tengah ‘kesepian’ warga kota Surabaya akan sarana hiburan murah, kehadiran kereta kelinci bisa jadi jawaban yang tepat. Tapi saat ini di jalanan juga berseliweran warga lalulintas baru, selain kereta kelinci tadi ada betor–becak motor. Kesannya padat tapi meriah.
Yang pasti, kedua warga lalulintas baru itu adalah lahir dari buah pikiran kreatif anak muda guna menjawab kebuntuan lapangan kerja. Di situ ada pencipta, pedagang jasa hiburan dan konsumen.
Tapi sayangnya dalam sinergi yang sudah terbangun cukup lama ini belum dilengkapi payung hukum, semacam Peraturan Daerah. Bahkan terkesan ada pembiaran agar aparat dapat memanfaatkan untuk memetik keuntungan dari ketidakjelasan status kehadiran kereta kelinci dan betor.
Akibatnya, lihat saja di halaman satpas Colombo hari-hari ini, nampak layaknya lokasi hiburan rakyat. Di pelataran parkir tempat pengurusan SIM itu, mangkal puluhan betor dan kereta kelinci. Disewakan? Tidak, karena betor dan kereta kelinci itu merupakan barang bukti tangkapan yang disita karena dianggap liar.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Asep Akbar Hikmana, mengatakan, razia terhadap betor dan kereta kelinci dilakukan untuk merespon keluhan masyarakat yang kerap disampaikan lewat media massa. “Kami sudah membahas permasalahan ini dengan Dinas Perhubungan. Dalam pembahasan itu, disepakati perlu ada penertiban bettor dan kereta kelinci yang melintasi jalan raya,” jelas Asep.
Hasilnya ? Rata-rata kondisi betor, kereta kelinci, dan odong-odong mengkhawatirkan. Kebanyakan kendaraan tersebut dirakit dari mesin kompresor dan sepeda motor usang. “Kendaraan-kendaraan ini disita dan pemiliknya ditilang,” jelas Asep tentang Operasi Patuh. Operasi ini digelar selama 9 hari dan berhasil menggaruk 22 unit betor dan kereta kelinci.
Asep mengatakan, kendaraan seperti betor sebenarnya boleh beroperasi namun harus ada payung hukumnya. Dia mencontohkan, betor di beberapa daerah sudah diperkuat dengan Peraturan Daerah. “Dalam Undang-undang diperbolehkan untuk daerah yang tidak terjangkau moda transportasi tetapi tetap harus diatur dengan peraturan daerah,” jelasnya.


Jatuh, bangun, jatuh….dan bangun lagi. Itulah gambaran riwayat pekerjaan Unggul Setyo Nugroho, 36 tahun, salah seorang kreator kereta kelinci di Surabaya. Barangkali karena Unggul selalu ingin unggul, maka penciptaan kereta kelincinya kini laris manis.
“Kalau model yang saya buat diikuti orang lain, saya harus segera menciptakan model lain,” Unggul mengaku. Barangkali inilah jiwa seorang kreator, yang terus bergulir dalam proses kreatif. “Rasanya gimana ya, kalau sudah ditiru, mau bikin lagi males,” jelasnya.
Ditemui di rumahnya di Jl. Petemon Gang I Barat, Unggul memamerkan tiga model kereta kelinci kreasinya. Inovasi terbaru Unggul adalah kereta kelinci roda empat berbahan plat dibandrol Rp. 27 juta per unit. Sedang generasi sebelumnya, beroda tiga, terbuat dari fiberglass harganya Rp 24 juta. Sedang kereta kelinci generasi pertama terbuat dari triplek, tiga roda, harganya Rp 19 juta.
Mengawali karir sebagai produsen kereta kelinci di penghujung 2009, Unggul bekerja sendiri. Produksi pertamanya dibeli peminat dari Demak, Jawa Tengah. Sejak itu, pesanan datang silih berganti, mulai dari Surabaya sendiri, sampai ke luar pulau. “Saya sudah punya pelanggan di Riau, Lampung, Makassar, dan Jambi,” tutur Unggul.
Itulah sebabnya, kenapa Unggul perlu mengembangkan tempat usahanya dengan membangun workshop di Sememi Jaya. Di tempat ini Unggul mempekerjakan 12 orang anak muda. Hitung-hitung sampai sekarang ini Unggul sudah memproduksi sekitar 200 unit kereta kelinci.”Kereta kelinci atau odong-odong ini sudah menasional,” jelas bapak 3 orang anak ini.
Unggul mengakui, mesin yang digunakan untuk kereta kelincinya berasal dari sepeda motor ‘remek’. Namun, katanya pula, meski kondisinya ‘remek’, sepeda motor itu masih layak jalan dan yang penting, tidak bodong. “Biar tidak bermasalah pak. Sepeda motorbodong memang murah, tapi masalahnya mahal,” kata Unggul tertawa.
Meski begitu bukan berarti Unggul tidak pernah bermasalah. Pernah suatu ketika, saat ia membawa sendiri kereta kelincinya, ditangkap petugas di kawasan Raya Gubeng. Ditangkap karena dianggap tidak punya ijin jalan di jalan raya. “Terpaksa nebus Rp. 600 ribu,” ujar spesialis las ini.
Karena spesialisainya itu, Unggul pernah bekerja 5 tahun di Jepang mengerjakan pengelasan untuk alat-alat berat seperti tank, kereta api, buldozer dan sejenisnya. Pulang dari Jepang, dengan modal cukup Unggul coba membuka bengkel spooring, tapi tak lama bangkrut.
Beruntung, proyek jembatan Suramadu dimulai. Disanalah Unggul kemudian bekerja. Proyek jembatan Suramadu usai, dan Unggul kembali berfikir bekerja dimana lagi. Cukup panjang penantian, tapi pilihannya ingin bekerja sendiri, menciptakan lapangan kerja. “Sejak itu saya memutuskan untuk memproduksi kereta kelinci. Dan sekarang saya merasa sudah membuka lapangan kerja, meski kecil-kecilan,” katanya bangga.
Menenggak untung Rp 30 juta/bulan, Unggul mengaku sudah cukup bisa membahagiakan keluarga dan rekan-rekan kerjanya.



Terbetik berita penyitaan 22 sepur kelinci dan becak motor. Dengan peristiwa tersebut Polrestabes Surabaya kemudian ‘mengkondisikan’ wartawan untuk memberitakannya. Hadi Pranoto, SH, MH – praktisi hukum, mantan anggota Komisi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur ini mengkritisi tindakan itu lewat penuturan berikut:

Beberapa tahun terakhir muncul kreativitas wong cilik menjajakan sarana mainan untuk anak-anak berupa sepur kelinci dan sarana transportasi betor atau becak motor, tapi lagi-lagi aparat kepolisian menganggap keberadaan usaha rakyat itu ilegal karena tidak ada payung hukumnya. Menurut Anda bagaimana seharusnya usaha kreatif tersebut tidak ‘dibunuh’ oleh persepsi seperti itu?
Hukum atau peraturan bagi usaha rakyat adalah untuk mengatur peningkatan kesejahteraan. Itu baru namanya hukum yang bermanfaat. Bukan hukum yang mematikan usaha kreatif rakyat. Penguasa sebagai pembuat peraturan seharusnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Kalau soal bentor atau kereta kelinci belum diatur, itu bukan berarti illegal karena tidak ada unsur kriminal. Tugas pemerintah adalah menggali sesuatu yang hidup di tengah masyarakat. Bahwa perlu ada pengaturan dalam rangka ketertiban itu memang iya tapi jangan sampai meninggalkan unsur keadilan bagi usaha kreatif rakyat tersebut.

Bagaimana dengan sikap Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Asep Akbar Hikmana yang menyita 22 betor dan kereta kelinci?
Itu tindakan sewenang-wenang dan arogan terhadap rakyat apabila dilakukan tanpa peringatan terlebih dahulu. Seperti halnya penyandang cacat yang mengendarai sepeda roda tiga, apa harus disita?
Bagi yang sedang punya kekuasaan berpikiran lain, dia mengundang dan membayar wartawan supaya tindakannya menyita odong-odong itu diekspose sebagai tindakan yang benar. Apa yang perlu diwaspadai terhadap politik publisitas semacam itu?
Itu merupakan kebohongan publik yang menyesatkan. Seharusnya polisi melakukan sosialisasi dan peringatan berdasarkan kepatutan. Kalau menegakkan hukum yang benar, sasarannya seharusnya ke mall-mall. Di sana banyak produk palsu dan bajakan. Seperti tas, sepatu, celana, baju, arloji, VCD dan lain-lain. Toh dibiarkan saja.
Polisi menganiaya dengan dalih melumpuhkan penjahat dengan menembak kakinya dari jarak dekat semacam John Key dan lainnya. Sedangkan praktik suap dan pungli pengurusan SIM tanpa ujian teori dan praktik, hanya datang dan foto langsung jadi seperti itu terus berlangsung. Polisi harus menegakkan hukum tanpa melanggar hukum. Jangan sewenang-wenang.
Dengan cara apa kesewenang-wenangan seperti itu bisa dihentikan?
Tampaknya sulit dihentikan karena aparat seperti itu berkedok atas penegakan hukum

Kalau perilaku seperti diterus-teruskan rakyat bisa frustasi?
Melihat ketidakadilan di semua level penegakan hukum membuat rakyat apatis bahkan frustasi sehingga timbul aksi-aksi vandalis atau merusak. Sementara kasus rekening gendut dan pamer kemewahan pejabat amat menyakitkan hati rakyat…

Kalau itu sih pemandangan sepanjang hari …
Memang.
Hadi Pranoto, SH, MH – Praktisi Hukum
[KKKK]


Jumat, 16 Maret 2012

Menerima Pesanan Kereta Kelinci


Kereta Kelinci Tanpa Lokomotif

Spesifikasi:
- Motor (tanpa loko)
- 2 unit gerbong
- Bodi plat, multiplex, fiber
- Finishing full airbrush
- Mp3+memori


Kereta Kelinci Modifikasi Penuh

Spesifikasi:
- Motor dengan lokomotif modifikasi penuh
- 2 unit gerbong
- Bodi plat, multiplex, fiber
- Finishing full airbrush
- Mp3+memori


Lokomotif Kereta Kelinci Modifikasi Sederhana

Spesifikasi:
- Motor bebek 2 atau 4 tak dimodifikasi 
- Bodi plat, multiplex
- Finishing full airbrush
- Mp3+memori
- Jog spoon dibalut kain oscar


Kereta Mini

Spesifikasi:
- Motor bebek 2 atau 4 tak dimodifikasi
 - Gerbong Plate finishing airbrush 
 - Jog spoon dibalut kain oscar
- Bodi plat, multiplex
- Mp3+memori

Menerima Pesanan Kereta Thomas



Kereta Thomas

Spesifikasi:
- Motor+loko
- 2 unit gerbong
- Bodi plat, multiplex, fiber
- Finishing full airbrush
- Mp3+memori

Sekilas tentang Thomas:
Wikimedia menyebutkan, bahwa Thomas dan Friends merupakan serial televisi anak-anak Inggris, siaran pertama di jaringan ITV pada bulan September 1984. Hingga tahun 2003, serial ini bernama Thomas the Tank Engine dan Friends. 12 serial pertama difilmkan di Shepperton Studios, Inggris antara tahun 1984 dan 2008, dengan produksi sekarang dalam CGI pada Nitrogen Studios di Kanada dari 2009 dan seterusnya.

Jumat, 02 Maret 2012

Menerima Pesanan Aneka Eksterior




PINTU TERALIS DENGAN ORNAMEN IRON WORK



PEKERJAAN PAGAR UNIK


PEKERJAAN STAINLESS STEEL

BASUKI NUSANTARA
JUGA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN CANNOPY, TANGGA PUTAR, RAILING DENGAN MATERIAL DARI STAINLESS STEEL, ALUMUNIUM, BAJA, DLL

INFORMASI
(021) 4122 4554 , HP. 0813 1149 1291

OFFICE & WORKSHOP

NUSANTARA 1
Perumahan Mega Regency Blok H 59 No. 2
Jl. Cikarang Cibarusah, Sukasari, Serang Baru Bekasi

NUSANTARA 2
Jl. Cikarang Cibarusah No. 09 A Serang
Cikarang Selatan

Menerima Desain Papan Reklame




INFORMASI
(021) 4122 4554 , HP. 0813 1149 1291

OFFICE & WORKSHOP

NUSANTARA 1
Perumahan Mega Regency Blok H 59 No. 2
Jl. Cikarang Cibarusah, Sukasari, Serang Baru Bekasi

NUSANTARA 2
Jl. Cikarang Cibarusah No. 09 A Serang
Cikarang Selatan

Rabu, 15 Februari 2012

Kenali Bagaimana Kami.. Percayakan Kepada Kami..

Kami, Basuki Nusantara, selalu berusaha mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh dari hati.

DIVISI ACCESSORIES RUMAH

MENGERJAKAN :
- CANNOPY, POLYCARBONATE, PAGAR PINTU, PINTU KASSA NYAMUK, RAILLING TANGGA, BALKON, TERALIS,
DENGAN ANEKA MODEL : MINIMALIS, ANTIK/UNIK, TEMPA.


DIVISI TOYS

MENERIMA PESANAN UNTUK PEMBUATAN :
- KERETA KELINCI MODIFIKASI DARI SEPEDA MOTOR LENGKAP DENGAN GERBONG UNTUK REKREASI.
- AYUNAN DAN ANEKA MAINAN TAMAN KANAK-KANAK/PLAY GROUP.
- FLYING FOX LENGKAP.
- DLL


INFORMASI HUBUNGI : (021) 4122 4554 , HP. 0813 1149 1291

OFFICE & WORKSHOP

NUSANTARA 1
Perumahan Mega Regency Blok H 59 No. 2
Jl. Cikarang Cibarusah, Sukasari, Serang Baru Bekasi

NUSANTARA 2
Jl. Cikarang Cibarusah No. 09 A Serang
Cikarang Selatan

Jumat, 27 Januari 2012

Divisi Mainan Anak-anak

mencoba membuka lapangan usaha sendiri di dunia anak-anak sangat menyenangkan



BASUKI NUSANTARA MENERIMA PESANAN PEMBUATAN ANEKA MAINAN ANAK-ANAK SEPERTI:

KERETA KELINCI

Sepeda motor bekas/baru yang kami modifikasi menjadi lokomotif kereta untuk menarik gerbong-gerbong mini seperti contoh di atas.

MARI NGANGKRING SAMA KITA .. EMEMBEAN .. :)

STAY COOL.. :)